presentasi praktikum teknik pengubahan bentuk

Download Presentasi Praktikum Teknik Pengubahan Bentuk

Post on 17-Dec-2015

226 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Praktikum TPB

TRANSCRIPT

  • PRESENTASI PRAKTIKUM TEKNIK PENGUBAHAN BENTUKKELOMPOK 03: AYU RIZEKI RIDHOWATIDILLA YULI ANDINIFAHRI ALVIANTOHAFSAH INDIRIANITA PRATIWISERGI ANDIVA

  • MODUL 1. CANAI DINGIN

  • DATA: PENGUKURAN KETEBALANMaterial: AluminiumTebal awal: 4,6 mm%Reduksi:: 70%h: 0,5085 mm

    NoPerhitunganTebal (mm)% reduksi dari tebal awal% reduksi per passing04,64,614,6-0,54,110,8695710,8695724,1-0,53,621,7391312,1951233,6-0,53,132,608713,8888943,1-0,52,643,4782616,1290352,6-0,52,154,3478319,2307762,1-0,51,665,2173923,8095271,6-0,221,387013,75

  • DATA: GRAFIK PASSING VS %REDUKSI

  • DATA: PERBANDINGAN KEKERASAN SETELAH CANAI DINGIN DGN PARAMETER %REDUKSI

    Kelompok% ReduksiKekerasan (HRE)750%321460%46370%48

  • DATA: PERBANDINGAN KEKERASAN SETELAH CANAI DINGIN DGN PARAMETER PELUMAS

    KelompokPelumasKekerasan setelah canai dingin (HRE)3-486Minyak349Gemuk46,3

  • PENGAMATAN LEMBARAN LOGAM HASIL ROLLPlat bentuk awalPlat setelah 1 passPlat akhir

  • PENGAMATAN: CACAT YANG TERJADICacat retak tepiCacat kerataan

  • PENGAMATAN: PERBANDINGAN HASIL CANAI DGN PARAMETER % REDUKSIReduksi 70%Reduksi 50%

  • PENGAMATAN: PERBANDINGAN HASIL CANAI DGN PARAMETER PELUMASTanpa PelumasPelumas Minyak

  • PENGUJIAN KEKERASANSetelah diroll terjadi strain hardening peningkatan kekerasan dari sampel Setelah dirolling: dislokasi akan saling menumpuk dan saling mengunci sehingga kepadatan (density) dari dislokasi akan meningkatMenyebabkan dibutuhkannya energi yang lebih tinggi untuk melanjutkan proses deformasi yang terjadiAtau dengan kata lain kemampuannya untuk menahan deformasi plastis semakin tinggi.

  • PENGAMATAN HASIL CANAI DINGINCacat: sampel berombak, bengkok, ketebalan tidak rataCacat dan solusinya:Cacat kerataan atau bengkok memastikan semua parameter dan variabel pengujian sudah sesuai dengan standard dan perhitungan yang telah dilakukan.Jika dibandingkan antara sampel dengan pelumas dan tidak sampel tanpa pelumas memiliki bentuk hasil yang kurang baik dibandingkan dengan yang diberikan pelumas (dalam hal kerataan maupun kelancaran proses).

  • PENGARUH PELUMASAN TERHADAP HASIL AKHIR CANAI DINGINTujuan pelumas: untuk reduksi friksi atau gesekan antara benda uji dengan rollersebagai media pendingin karena pada proses pengerolan akibat interaksi antara produk dengan rollerJika tidak menggunakan pelumas pada saat pengerolan, maka umumnya akan diperlukan gaya yang lebih besar untuk melakukan proses roll karena proses friksi yang terjadi akan menghambat proses roll itu sendiri

  • PENGARUH %REDUKSI TERHADAP HASIL AKHIR CANAI DINGINProses canai dingin akan menyebabkan adanya strain hardening yang akan terjadi pada material hasil canaiBesarnya strain hardening yang dialami oleh material tersebut dapat diketahui dengan mengetahui seberapa besar nilai kekerasannyaSemakin besar %reduksi makin besar strain hardening makin keras hasil canai yang dihasilkan

  • MODUL 2. DEEP DRAWING

  • DATA PENGAMATAN DRAWING

    BLANK PRESSURE PERHITUNGAN80 MM : 0,167 tonf100 MM : 0,59788 tonfBLANK PRESSURE PERCOBAAN2 tonDIAMETER BLANK80MM100MMPELUMASTANPA PELUMASMINYAK (kelompok 6)GEMUK (kel. 9)DIAMETER BLANK TERDEFORMASI (BUAT GRAFIK PERBANDINGAN DENGAN VARIABEL MATERIAL DAN VARIABEL PELUMAS)80 MM :4,8 cm100 MM : 6,2 cm80 MM: 6.3 cm100 MM: 6.1 cm80 MM : 6 cm100 MM : 6.3PERHITUNGAN NILAI LDR80 MM : 2100 MM : 2.580 MM: 2100 MM: 2.580 MM : 2100 MM : 2.5PUNCH PRESSURE (BUAT GRAFIK PERBANDINGAN DENGAN VARIABEL MATERIAL DAN VARIABEL PELUMAS)80 MM : 2,5 tonF100 MM : 0,2 tonF80 MM :2,4 tonF100 MM :0,25 tonF80 MM : 3.05 tonF100 MM : 0.2 tonFTINGGI CUP YANG TERBENTUK (BUAT GRAFIK PERBANDINGAN DENGAN VARIABEL MATERIAL DAN VARIABEL PELUMAS)80 MM : 2 cm100 MM : 0,8 cm80 MM : 2,36 cm100 MM : 0,93 cm80 MM : 2,9 cm100 MM : 1,2 cmCACAT YANG TERJADI (LAMPIRKAN FOTO)80 MM : wrinkle, krn blank pressure kerendahan100 MM : robek80 MM :100 MM80 MM :100 MM :

  • GRAFIK PERBANDINGAN DIAMETER BLANK VS PELUMAS&MATERIAL

  • GRAFIK PERBANDINGAN PUNCH PRESSURE VS PELUMAS&MATERIAL

  • GRAFIK PERBANDINGAN TINGGI CUP VS PELUMAS&MATERIAL

  • ANALISIS PERBANDINGAN BLANK PRESSURE PADA PERCOBAAN DENGAN HASIL PERHITUNGANUntuk blank berdiameter 80 mm :P*= 0,25[(80/40 -1)2 + 0,5.40/100.1]x 145 Mpa/9,8 = 4,438PB = 1/400 (802-402)x 4,4355 x 1/1000 = 0,1672 tonfUntuk blank berdiameter 100 mm P*= 0,25[(100/40 -1)2 + 0,5.40/100.1]x 145/9,8= 9,0625PB = 1/400 (1002-402)x 9,0625 x 1/1000 = 0,59788 tonf

  • ANALISIS PERBANDINGAN BLANK PRESSURE PADA PERCOBAAN DENGAN HASIL PERHITUNGANtekanan blank pressure yang kami gunakan pada saat praktikum deep drawing adalah sebesar 2 tonF.Hal inilah yang menyebabkan pada blank berdiameter 100mm pada akhirnya mengalami robek. Ketika tekanan blank holder terlalu besar, maka aliran material akan terhambat. Terhambatnya aliran material ini akan menyebabkan tegangan tarik pada daerah dinding meningkat dengan cepat hingga menyamai kekuatan tarik bahan sehingga terjadi peregangan setempat sebelum seluruh bahan masuk ke dalam cetakan. Akibatnya terjailah perobekan material.

  • ANALISIS PENGUKURAN DIAMETER BLANK YANG TERDEFORMASIDiameter 100mm yang menggunakan pelumas gemuk memiliki diameter yang paling besar, yaitu 6,3 cm. Untuk blank yang berdiameter 80 yang memiliki diameter paling besar adalah yang diberikan pelumas berupa minyak, dengan besar diameter 6.3 cm.Berdasarkan literature, pelumas gemuk memiliki deformasi yang paling besar, karena pelumas gemuk pada penggunaannya selain mempermudah proses deep drawing, ia juga memberikan kekuatan yang cukup baik pada material terhadap deformasi, sehingga lebih sulit terjadinya deformasi dibandingkan dengan pelumas minyak.Penyimpangan terjadi pada Al berdiameter blank 100 mm, hal ini terjadi dikarenakan kesalahan praktikan dalam mengukur diameter yang terdeformasi, karena menggunakan penggaris sehingga penilaian yang di dapat kurang akurat karna diamati secara kasar mata tidak merepresentasika nilai yang akurat.Jika di bandingkan dengan material yang lainnya, seharusnya kuningan memiliki deformasi yang lebih besar dibadningkan dengan alumuniun dan galvanizes steel, karena sifatnya yang lebih mudah dilakukan deep drawing.

  • ANALISIS MATERIAL YANG DIGUNAKANSebelum dilakukan percobaan, sampel dibentuk bulat dengan pemotongan manual. Diameter sampel awal adalah 100 mm dan 80 mm. Namun karena dibuat manual, bentuk sampel tidak sepenuhnya bulat.Permukaan sampel sebelum dilakukan pengujian deep drawing rata dan tidak terdapat cacat. Menurut literatur, LDR aluminium adalah sekitar 1,85. Logam ini terkenal akan sifatnya yang ringan dan sangat mudah dibentuk karena keuletannya yang tinggi. Aluminium banyak digunakan sebagai aplikasi benda yang dibuat dengan menggunakan metode metal forming

  • ANALISIS PENGARUH PELUMASHasil yang didapatkan material yang tanpa pelumas memiliki diameter yang terdeformasi lebih kecil di bandingkan yang menggunakan pelumas. Hal ini sesuai dengan literature karena penambahan pelumas dapat memperbesar terjadinya deformasi sehingga diameternya akan lebih besar.Apabila dikaitkan dengan punch pressure yang diberikan, penambahan pemulas membuat material lebih ulet, sehingga dibutuhkan tekanan yang lebih besar untuk dapat mendeformasilnya. Hal ini sesuai dengan literature.

  • E. ANALISA LDRLimit Drawing Ratio :batas kemampuan bahan untuk dapat dilakukan deep drawing yang baik (dapat membentuk cup dengan baik)D = diameter blank D = diameter punch

    LDR Al pada literatur 1,8 2,0Pada diameter 100, LDR melebihi 2,0 cup robek

  • F. ANALISIS PUNCH PRESSUREPelumas = Punch Pressure = diameter & tinggi cup

    Punch pressure lebih tinggi karena tidak dihalangi gaya gesek

  • Punch pressure Al < Kuningan < Galvanized steel

    Kesulitan untuk dideformasi :Al < Kuningan < Galvanized steelF. ANALISIS PUNCH PRESSURE

  • G. ANALISA TINGGI BLANK YANG TERBENTUKTinggi cup 80 > 100 karena plat 100 melebihi nilai LDR Al

    Dengan penggunaan pelumas = tinggi cup , efektivitas hadil deep drawing yang baik

  • H. ANALISIS CACAT YANG TERJADI Wrinkle :Disebabkan karena adanya radial drawing stress and tangential (circumferential) compressive stress

    Dapat dicegah dengan :memberikan blank holding force yang tepat

  • robek pada bagian dasar cup yang dengan jari-jari dasar die

    Penyebab :peregangan bidang yang dapat menyebabkan terjadinya perobekan blank pada bagian tersebuth. Analisis cacat yang terjadi

  • MODUL 2. STRETCHING

  • ANALISA PERBANDINGAN BLANK PRESSURE PADA PERCOBAAN DENGAN HASIL PERHITUNGAN P*= 0,25[(80/40 -1)2 + 0,5.40/100.1]x 145 Mpa/9,8 = 4,438 PB = 1/400 (802-402)x 4,4355 x 1/1000 = 0,1672 tonf

    Untuk blank berdiameter 100 mm P*= 0,25[(100/40 -1)2 + 0,5.40/100.1]x 145/9,8= 9,062PB = 1/400 (1002-402)x 9,0625 x 1/1000 = 0,59788 tonf

    Berdasarkan data diatas, terlihat bahwa tekanan punch hasil perhitungan ternyata jauh lebih kecil daripada yang diaplikasikan. Untuk blank berdiameter 80 mm, perhitungannya adalah sebesar 0,1672 tonf, dan blank berdiameter 100mm tekanan punch berdasarkan perhitungan sebesar 0,59788 tonf. Dan yang diaplikasikan pada percobaan sebesar 4 tonf. Hal inilah yang menyebabkan pada blank berdiameter 100mm pada akhirnya mengalami robek, padahal mesin baru dijalankan dalam waktu yang singkat. Perbedaan dengan deep drawing adalah pada stretching, tekanan blank holder lebih besar, karena tidak ada material yang mengalir. Oleh karena itu produk akhirnya akan mengalami pertambahan panjang. Namun tetap saja, terjadi robek pada Al berdiameter 100mm

  • Sama seperti deep drawing, bahan yang menggunakan pelumas harusnya memiliki diameter blank